Forum Cinta Rasul Forum Cinta Rasul
Cinta Allah, Cinta Rasul, Cinta Sesama
 
FAQ :: Pencarian :: Anggota :: Group :: Pendaftaran
Profil :: Login ke Pesan Pribadi Anda :: Login

Bener Nabi buta huruf....?

 
Kirim topik baru   Kirim balasan    Indeks Forum Forum Cinta Rasul -> B. KUMPULAN KISAH PARA NABI
Topik sebelumnya :: Topik selanjutnya  
Pengirim Message
hardie
Cinta Rasul Family


Sejak: 10 Mar 2006
Post: 3704
Lokasi: Jakarta

PostDikirim: Sen Mei 05, 2008 3:40 pm    Judul: Bener Nabi buta huruf....? Balas dengan kutipan

Bener Nabi buta huruf....?

Ulumul Qur’an adalah segala konsep ilmu yang berkaitan dengan pemahamana kita terhadap Al-Qur’an. Termasuk ulumul Qur’an adalah ilmu tafsir, itulah yang paling popular. Kalau kita mendengar ulumul Qur’an, dalam bayangan kita, yang ada itu ilmu tafsir. Atau yang paling popular di antara kita yaitu ilmu tajwid. Ada juga ilmu tentang Qiraat.

Berkaitan dengan ilmu Qiraat, sebagai contoh, Qiraat yang kita kenal di sini itu Qiraat Hafadz. Dan cara membaca Al-Qur’an itu bisa bermacam-macam, kadang-kadang mungkin mengejutkan kita semua. Saya ingin memberikan contoh membaca ayat ”maliki yaw middiin”. Ada yang membaca pendek ”ma”nya. Ada juga yang membaca panjang, “maaliki yaw middiin.” Ada yang membaca ”maliki yaw middiin”.

Katanya Imam Syafi’i memilih membaca dengan ”ma” panjang. Alasannya, katanya, karena dengan membaca panjang berarti ada satu huruf lagi yaitu huruf ”alif”. Kalau pahala kita dihitung berdasarkan huruf, maka pahala kita bertambah. Ada bonus pahala daripada kita membacanya ”maliki yaw middiin”.

Tetapi kedua cara membaca itu benar. Ada juga yang membaca ”malaka yaw maddiin” ada yang membaca ”maalika yaw middiin”.

Jadi artinya, ”wahai raja pada hari pembalasan.” Ada juga yang membaca ”milka yaw middiin”. Tapi saya sarankan Anda tidak membaca berbagai Qiraat itu di hadapan umum karena nanti kita akan ditinggalkan oleh makmum kita.

Imam Ali, katanya dalam satu riwayat, membaca ayat ini rada beda dengan kita. ”Afalaa yan duruu na ilal ibli kaifa kholaqtu wa ilassamaai kaifa rofa’tu wa ilal jibaali kaifa naqortu wa ilal ardhi kaifa sathortu.

Kalau kita baca itu sekarang di hadapan umum, nanti makmum di belakang kita akan teriak-teriak meluruskan bacaan kita karena tidak sesuai dengan bacaan yang mereka ketahui. Dan sebelum selesai kita baca ayat itu, jemaah bubar dan shalat kita dianggap tidak sah.

Padahal menurut saya, tampaknya lebih tegas maknanya kalau kita menggunakan bacaan yang katanya diriwayatkan dari Imam Ali.

Ayat itu kalau dibaca dengan Qiraat yang umum itu akan berarti, ”Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana unta diciptakan. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana langit ditinggikan. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana bukit ditegakkan. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana bumi dihamparkan.”

Jadi itu semua kalimat pasif dan tidak tegas dihamparkan oleh siapa, ditinggikan oleh siapa. Itu tidak mengingatkan kita kepada ”siapa”nya, tetapi yang diingat itu adalah prosesnya.

Tetapi ketika dibaca oleh Imam Ali akan menjadi, ”Tidakkah kamu perhatikan bagaimana unta Aku ciptakan. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana langit Aku tinggikan. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana bukit Aku tegakkan. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana bumi Aku hamparkan.”

Itu akan terasa dahsyatnya ketika membaca ayat tersebut. Nah, inilah yang dinamakan ilmu Qiraat dan ilmu Qiraat ini juga bagian dari Ulumul Qur’an.

Dalam pengajian kita di Jakarta, kita mempelajari seluruh Ulumul Qur’an itu sampai juga pada ilmu tafsir. Tentang berbagai tafsiran. Yang pernah kita dengar misalnya penafsiran kata ”ummiy”, ”Mereka yang mengikuti Rasul Nabi yang Ummiy.” Umumnya itu diterjemahkan ”Ummiy” itu sebagai buta huruf. ”Mereka yang mengikuti Rasul Nabi yang buta huruf”.

Kalau Allah memberikan gelar kepada para Nabi, Allah akan berikan gelar kepada para Nabi itu gelar kehormatan. Kecuali mungkin dalam ”Ummiy” itu. Coba bayangkan kita baca shalawat ”Allahumma shalli ’ala Muhammadin Nabiyyil Ummiyyi. Ya Allah sampaikan shalawat kepada Muhammad Nabi yang buta huruf”.

Saya tidak akan menanyai saudara tentang pengetahuan saudara tentang ilmu tafsir. Tetapi tanyalah hati nurani, apakah enak kita menggelari Nabi dengan gelaran buta huruf. Ustadz Quraish Shihab itu mempertahankan mati-matian ”Ummiy” itu artinya buta huruf. Syahid Muthahhari, orang yang sangat pintar itu, mempertahankan Nabi sebagai orang yang buta huruf dengan menulis buku judulnya ”An Nabiyyul Ummiy”. Kita mempersoalkan apakah betul Nabi itu buta huruf. Apakah kata ”ummiy” itu artinya hanya buta huruf ataukah ada arti-arti yang lain?

Kalau kita mengatakan bahwa Nabi itu buta huruf, kita akan berhadapan peristiwa-peristiwa yang tidak masuk akal. Atau tidak masuk akal saya, mungkin akal Anda masuk. Misalnya surat atau ayat yang pertama kali turun adalah ”Bacalah. Demi Nama Dia yang Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah demi Tuhanmu Yang Maha Mulia yang mengajarkan dengan pena. Yang Mengajarkan manusia sesuatu yang tidak yang tidak diketahuinya.”

Menurut cerita yang beredar di kalangan Ahlussunnah, ketika turun ayat itu, malaikat Jibril datang membentak Nabi yang ketakutan. ”Bacalah…!” Kemudian Nabi berkata dengan tergagap-gagap, ”Saya tidak bisa baca.” Lalu Nabi dijepit oleh Malaikat Jibril sampai Nabi hampir kehilangan nafas.

Riwayat ini saya kritik, insya Allah, dalam buku yang akan terbit kelanjutan dari Al-Mustafa yang mengkritik tentang sejarah-sejarah Nabi Saw.

Satu itu, kita kritik. Kasian Nabi itu, sudah jelas Nabi itu tidak bisa baca dipaksa oleh Malaikat Jibril. Dipaksanya malah memakai tekanan sampai dijepit. Padahal Allah sudah menetapkan, ”Allah tidak akan membebani orang melebihi dari kemampuannya.” Itu Allah menyuruh malaikat Jibril untuk memaksa Rasulullah membaca padahal beliau tidak mampu membaca.

Nanti Rasulullah itu akan diperintahkan oleh Tuhan, ”Engkau ini hanya pemberi ingat saja, tidak boleh memaksa.” Tetapi contoh pertama wahyu itu, Nabi yang tidak bisa baca dipaksa untuk membaca, dengan kekerasan lagi. Dan itu membebani Nabi diluar kemampuannya. Kita bisa katakan di sini bahwa itu tidak benar-benar terjadi. Itu hanya dibuat oleh orang-orang yang ingin mendiskreditkan kehormatan Rasulullah Saw.

Dalam riwayat Ahlulbayt, Nabi itu menerima wahyu dengan perasaan gembira, lega, dadanya terbuka lebar, tidak sumpek. Karena itu sudah hukum Tuhan, ”Kalau Allah menghendaki memberi petunjuk, Allah akan melegakan dadanya.” Setelah menerima wahyu, Allah berfirman, ”Bukankah telah Kami legakan dadamu dan aku lepaskan beban yang menghimpit punggungmu.”

Jadi Nabi menerima wahyu itu lega. Jangankan menerima wahyu yang itu adalah petunjuk yang tinggi tingkatnya. Kalau kita mendapat petunjuk yang ringan-ringan saja, hati kita itu lega rasanya. Sampai dalam taraf ilmiah itu ada yang disebut ”Ureka”. Jadi dulu ada seorang raja bikin mahkota dari emas, tetapi raja itu khawatir emasnya dicampur. Dia ingin emasnya itu murni. Tetapi gak tau bagaimana mengecek emas itu murni atau tidak. Disuruhlah seorang ilmuwan di jaman itu, Archimides namanya, untuk menguji dan Archimides gak tau gimana menguji emas itu asli atau tidak. Sambil berbaring-baring di kamar mandinya dia tiba-tiba menemukan pemecahannya. Itu yang lalu menghasilkan hukum berat jenis. Akhirnya dia menemukan jawabannya, dan lega betul sampai dia berteriak dan berlari-lari telanjang bulat, ”Ureka…Akhirnya aku temukan…!”

Jadi orang mendapat petunjuk hatinya tuh lega. Dan wahyu adalah tingkat yang paling tinggi, eh ternyata Nabi itu sumpek sampai katanya Nabi berlari-lari ketakutan. Menurut riwayat sampai-sampai Nabi berkata, ”Saya tidak tau apakah saya ini gila atau kemasukan setan.”

Bayangkan Nabi yang mendapat wahyu sampai begitu. Itu menurut saya riwayat itu memang menjatuhkan kehormatan Nabi. Karena itu saya anjurkan untuk membeli buku yang akan terbit itu karena buku ini berusaha untuk membersihkan kemuliaan Nabi.

Dan sekarang kita bicarakan mengenai ”Ummiy” kebutahurufan Nabi. Kalau Nabi itu memang buta huruf, paling tidak, Nabilah yang pertama kali melanggar ajaran Allah SWT. Surat yang pertama menyuruh Nabi baca. Menurut orang-orang yang berpendapat bahwa Nabi itu buta huruf, menafsirkan maksud ”bacalah” dalam ayat tersebut adalah membaca alam semesta bukan membaca buku, memahami alam semesta, membaca alam semesta itu sebagai teks. Memang sih kelihatannya ilmiah, tetapi itu tidak nyambung dengan ayat Al-Qur’an tersebut karena ujungnya ”Bacalah dengan Nama Tuhanmu Yang Maha Mulia yang mengajar dengan pena.” Kalau membaca konteksnya dengan pena itu artinya membaca buku, membaca teks, membaca huruf.

Kalau Nabi berita huruf maka perintah membaca itu menjadi perintah yang dipaksakan kepada Nabi. Nabi disuruh membaca padahal ia tidak bisa membaca.

Di antara surat-surat yang pertama turun adalah, ”Nun, demi pena dan apa yang mereka tuliskan dengan penanya.”

Menurut riwayat Ahlulbayt, nama Nabi dalam Al-Qur’an itu ada 10. ”Yasin”, ”Ahmad”, ”Muhammad”, dan ”Nun”. Nun itu nama Rasulullah. Saya tidak akan menyebutkan lagi yang enam lainnya. Biar Anda semua yang mencarinya.

Dalam Al-Qur’an ada banyak perintah menulis. Diantaranya adalah ayat yang terpanjang di dalam Al-Qur’an yaitu ayat tentang utang piutang dalam surat al-Baqarah. Tuhan sampai menurunkan ayat terpanjang untuk mengatur utang piutang. Dalam ayat itu dikatakan bahwa hendaknya seseorang itu menuliskan utang piutang itu. Jadi wajib kalau utang piutang itu dituliskan. Kalau Nabi itu buta huruf, maka Nabilah yang pertama kali melanggarnya. Padahal kata Aisyah, ”Akhlak Nabi itu Akhlak Al-Qur’an.”

Nabi juga menganjurkan orang-orang untuk belajar tulis dan baca. Sampai beliau bersabda, ”Diantara kewajiban orang tua terhadap anaknya ialah mengajarkan menulis, berenang, memanah.”Apakah mungkin Rasulullah memerintahkan sesuatu yang tidak ia praktekkan.

Lalu kalau begitu, apa itu arti dari Ummiy kalau bukan buta huruf? Bukankah dikatakan juga Nabi akan dibangkitkan ditengah-tengah yang buta huruf? Tetapi itu tidak akan kita bahas. Bacalah buku saya yang terbaru tersebut.

Itu adalah sebagian pembahasan dari Ulumul Qur’an. Termasuk dalam pembahasan ilmu tafsir juga yaitu pembahasan yang pernah kita ributkan mengenai surat Abasa.

Ustadz Husain Al-Habsyi menulis buku Rasulullah Tidak Bermuka Masam. Lalu orang lain membantah lagi dengan sebuah buku lagi Rasulullah Benar-Benar Bermuka Masam. Dan saya adalah salah satu orang yang mengikuti pendapat ustadz Husain. Beliau adalah salah satu guru saya yang saya hormati. Bahwa Rasulullah itu tidak pernah bermuka masam.

Tetapi kemudian belakangan saya bergabung dengan kelompok yang berpendapat Rasulullah itu bermuka masam dan berpaling. Saya akan ceritakan alasannya.

Ayat tersebut itu konteksnya kepada ”engkau”. ”Tidakkah engkau ketahui barang kali ia bermaksud untuk membersihkan diri.” Engkau itu siapa? Bukankah engkau itu kepada Rasulullah? Itu jelas kepada Rasulullah dan tidak bisa dinisbahkan kepada yang lain.

Seluruh Ahlulsunnah berpendapat bahwa yang bermuka masam dan berpaling itu Rasulullah. Sedangkan pada mazhab Ahlulbayt terpecah menjadi dua pendapat. Kalau menurut Sayyid Husain Fadlullah yang bermuka masam itu Nabi, tetapi itu tidak mengganggu kema’shuman Nabi. Mengapa?

Karena Nabi bermuka masam dan berpaling bukan suatu perbuatan yang tercela. Tetapi ini coba kita bayangkan Rasulullah sedang memberikan pelajaran dalam sebuah majelis tiba-tiba ada orang buta yang intrupsi manggil-manggil Rasulullah. Nabi kemudian memalingkan wajahnya. Saya saja kalau dalam kuliah ada orang yang mengobrol saja, saya tersinggung.

Tidak semua yang bermuka masam itu jahat dan tidak semua senyum itu akhlak yang baik. Kalau Anda senyum tetapi senyumnya mengejek itu akhlak yang buruk. Tetapi kalau kita bermuka masam karena perbuatan orang yang tercela, itu malah perbuatan yang baik.
_________________
Wassalam,
HARDIANSYAH
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Kunjungi situs pengirim
Nargis Yahya
Cinta Rasul Family


Sejak: 29 Mei 2008
Post: 19
Lokasi: Solo

PostDikirim: Kam Jun 05, 2008 7:26 am    Judul: Balas dengan kutipan

assalamu'alaikum...
klo bermuka masam itu perbuatan baik knapa trus Allah menegur dalam surat abasa...
trus dalam madzhab Syiah, apa pendapat yang satu lagi???
mengenai Nabi buta huruf atau gak,,,,agis gak gitu tau...
tapi agis blum pernah denger Nabi blajar baca...
slain itu dalam ahlussunnah julukan buta huruf itu sama skali gak mengurangi kehormatan Nabi...karena kita sendiri tau...tanpa membaca suatu bukupun Rasul tau sgalanya karena sumber smua perkataan Rasul adalah dari Allah...
afwan klo ada salah kata....
Agis pengen menambah pengetahuan Agis
karena Agis masi bodoh banget dalam agama..
Harap mas Hardie bisa bantu menjelaskan Smile
wassalam 'alaikum
_________________
Cinta Allah Cinta Rasul Cinta sesama
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Yahoo ID
hardie
Cinta Rasul Family


Sejak: 10 Mar 2006
Post: 3704
Lokasi: Jakarta

PostDikirim: Kam Jun 05, 2008 7:48 am    Judul: Balas dengan kutipan

Thanks ya Agis, walau beberbeda pendapat setidaknya saya seneng karena topik yang saya buat berarti gak mubazir (artinya topik saya ini ada yang membaca, menyimak, memahami, dan terakhir ada yang mengoreksi).

Nah, biar makin seru.....saya hold dulu yah. Kita kasih kesempatan rekan yang lain untuk angkat bicara disini....... Rekan yang lain bisa bantu.....?
_________________
Wassalam,
HARDIANSYAH
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Kunjungi situs pengirim
Sans
Cinta Rasul Family


Sejak: 14 Jan 2008
Post: 54
Lokasi: Jati ilir1 karawang

PostDikirim: Min Jun 08, 2008 1:46 am    Judul: Balas dengan kutipan

Afwan mas hardie,

iya niy, saya bingung pas tau malaikat jibril nyuruh nabi ngebaca! Malahan nyampe 3 kali.

Malaikat jibril di beritahu tuhan ga sih kalo Rasulullah SAAW ga bisa baca???
Tolong jwb ya mas...
_________________
Salam sejahtera untukmu yaa rosululloh...
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Kunjungi situs pengirim Yahoo ID
hardie
Cinta Rasul Family


Sejak: 10 Mar 2006
Post: 3704
Lokasi: Jakarta

PostDikirim: Sen Jun 09, 2008 1:51 pm    Judul: Balas dengan kutipan

Sans wrote:
Malaikat jibril di beritahu tuhan ga sih kalo Rasulullah SAAW ga bisa baca???
Tolong jwb ya mas...


yang memerintahkan malaikat Jibril itu kan ALLAH, koq nanyanya sama saya.....? Very Happy Very Happy Very Happy Very Happy Very Happy
_________________
Wassalam,
HARDIANSYAH
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Kunjungi situs pengirim
Nargis Yahya
Cinta Rasul Family


Sejak: 29 Mei 2008
Post: 19
Lokasi: Solo

PostDikirim: Sel Jun 10, 2008 6:42 pm    Judul: Balas dengan kutipan

hmm... Allah merintahin apa apa itu pasti khan ada sebab...
yang dimaksud bacapun bukan tulisan khan...
karena agis gak pernah denger kalo waktu itu malaikat Jibril bawa buku atau bacaan..

salam....
_________________
Cinta Allah Cinta Rasul Cinta sesama
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Yahoo ID
na_nick
Cinta Rasul Family


Sejak: 16 Apr 2007
Post: 549
Lokasi: jogja

PostDikirim: Sab Jun 14, 2008 8:30 am    Judul: Balas dengan kutipan

ada yang berpendapat bahwa Rasulullah ummi karna memang tak bisa baca tulis, karena sebab ini yang menambah keyakinan akan kebenaran al-Qur'an dan hadits. semakkin menguatkan bahwa al-Qur'an tidak dibuat oleh nabi Muhammad sebagai penerima wahyu, mana mungkin seorang yang tak bisa baca tulis mampu membuat al-Qur'an kan.. tapi kebenarannya saya tidak tahu juga.
_________________
www.megaone.com/nanik
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Kunjungi situs pengirim Yahoo ID
wahyudi
Cinta Rasul Family


Sejak: 24 Apr 2008
Post: 10
Lokasi: JOGJAKARTA

PostDikirim: Rab Jun 18, 2008 7:44 am    Judul: Balas dengan kutipan

ya klo Nabi g bisa baca ya mana mungkin nabi bisa baca Al Qur'an
kan Al Qur'an di tulis dengan bahasa arab
jadi Nabi udah bisa baca dan sekaligus bisa menerjemahkan nya]









ada yang berpendapat bahwa Rasulullah ummi karna memang tak bisa baca tulis, karena sebab ini yang menambah keyakinan akan kebenaran al-Qur'an dan hadits. semakkin menguatkan bahwa al-Qur'an tidak dibuat oleh nabi Muhammad sebagai penerima wahyu, mana mungkin seorang yang tak bisa baca tulis mampu membuat al-Qur'an kan.. tapi kebenarannya saya tidak tahu juga.
_________________
LIHATLAH CERMN,BILA NAMPAK WAJAHMU YANG BAGUS,MAKA JANGANLAH ENGKAU MENODAI DENGAN PERBUATAN YANG TIDAK TERPUJI,JIKA WAJAHMU TERLIHAT BURUK,MAKA JANGANLAH ENGKAUPERBURUK DENGAN PERBUATAN YANG JELEK.
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
na_nick
Cinta Rasul Family


Sejak: 16 Apr 2007
Post: 549
Lokasi: jogja

PostDikirim: Rab Jun 18, 2008 8:23 am    Judul: Balas dengan kutipan

nabi ga perlu baca juga udah hafal kan?? dulu yang ngecek hafalan para sahabat kan nabi muhammad. dan nabi muhammad sendiri selalu dicek hafalannya oleh malaikat jibril. jadi menurut saya nabi membaca al-Qur'an itu karena sudah hafal... betul ga' ya? temen-temen??
_________________
www.megaone.com/nanik
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Kunjungi situs pengirim Yahoo ID
Endang Kurnia
Cinta Rasul Family


Sejak: 05 Mar 2006
Post: 1195
Lokasi: Indramayu

PostDikirim: Jum Sep 19, 2008 9:36 am    Judul: Balas dengan kutipan

Mengenai Rasul ga bisa baca menurut riwayat memang benar adanya, kenapa? karena ini memang point plus buat Nabi bukan kekurangan. Kenapa? karena kalau Nabi bisa baca saya yakin orang kafir Quraisy yang rewel, galak dan pintar pasti menghujat Nabi.

Tentang menerima wahyu pertama, saya setuju dengan mas Hardie, ini saya baca dari kitab Barzanzi. Dimana Rasul merasa takut tapi....takut disini bukan takut untuk tidak bersedia menerima wahyu. Bukan takut deh bahasanya, 'terkejut' mungkin bahasa yang pas... terkejut kenapa? karena secara manusiawi Nabi terkejut dengan adanya malaikat Jibril...

Afwan kalau pendapat saya keliru... learning is process...
_________________
Love Allah & Messenger of Allah Endless Love

We Must Do Best For Our Beloved... Allah & Rasulullah

Cukuplah Allah semuanya bagiku, Rasul waliku, Sulis penghias imanku
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Kunjungi situs pengirim AIM Address Yahoo ID MSN Messenger
hefizz
Cinta Rasul Family


Sejak: 28 Apr 2007
Post: 36
Lokasi: Kota Bharu, Kelantan

PostDikirim: Jum Okt 31, 2008 5:55 pm    Judul: just pandangan saya.. Balas dengan kutipan

Assalamualaikum....

saya tertarik dngan benerapa pandangan yang telah saudara kemukakan...

dalam hal UMMIY saya lebih berpendapat Rasulullah Saw seorang yang ummiy,...
Ummiy Rasulullah dan kita jauh berbeza...Ummi kita dengan makna BODOH..dan Ummiy Rasulullah Saw ialah menunjukkan baginda seorang yg mulia... membuktikan bahawa baginda seorang yang benar....

Hal ini saya kaitkan dengan penurunan asbab nuzul Surah Abasa yg menceritakan bahawa Rasulullah berpaling daripada orang buta... kemudian turun ayat tersebut... perlu diingatkan penurunnan ayat tersebut bukan menjatuhkan maratabat Rasulullah Saw bahkan Meninggikan Martabat rasulullah Saw... kerana teguran itu bukan dari Manusia..tetapi dari Allah SWT tuhan segalanya... Pandangan ini saya petik dari Sheh Ali al-Jufri zainal abidin.....

ok skadar tu je..ok assalamualaikum dan salam cinta Rasul
_________________
"Sesungguhnya kita tidak akan mampu mengajar manusia selagi kita belum melaksana kan apa yang diajar"
Sama2 menuntut ilmu dan mengamalkannya.....
Takbir,,,, Takbir,, ALLAHU AKBAR... ALLAHU AKBAR....
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Yahoo ID MSN Messenger
yusufbz
Cinta Rasul Family


Sejak: 05 Jul 2010
Post: 1


PostDikirim: Sen Jul 05, 2010 11:37 am    Judul: Nabi Tidak Buta Huruf Balas dengan kutipan

Salam,

Ringkasan Buku Nabi Muhammad Buta Huruf atau Genius?

Runtuhnya Mitos Kebutahurufan Nabi Muhammad.
Ajaran bahwa Rasulullah tidak mampu baca-tulis adalah sebuah kekeliruan tafsir sejarah yang konyol. Inilah buku kontroversial yang mematahkan mitos kebutahurufan Nabi Muhammad. Kalau ada umat yang begitu bangga menerima kenyataan bahwa pemimpin atau nabi-nya sebagai sosok yang buta huruf, itulah umat Islam. Tak ada lain. Sejak kecil, ketika seorang anak muslim mulai mengenal baca-tulis, ajaran bahwa Nabi adalah sosok yang buta huruf selalu ditekankan. Kebutahurufannya seakan menjadi kenyataan yang patut dibanggakan dan bisa membangun kepercayaan diri umat Islam! Pertanyaannya, benarkah ajaran itu? Atas dasar apa Nabi dianggap sebagai sosok yang buta huruf? Apakah ia pernah menyatakan dirinya betul-betul tidak mampu membaca dan menulis sejak kecil hingga akhir hayatnya? Lalu, jika ada anggapan ia mampu membaca dan menulis, apakah itu akan mengurangi keabsahannya sebagai utusan Allah? Bagi Syekh Al-Maqdisi, jawabannya cukup jelas: Ada tafsir sejarah yang keliru terhadap kapasitas Rasulullah, khususnya dalam soal baca-tulis. Dan semua itu, bersumber dari kekeliruan kita dalam menerjamahkan kata “ummi” dalam Alquran maupun Hadis, yang oleh sebagian besar umat Islam diartikan “buta huruf”.

Menurut Al-Maqdisi, “ummi” memang bisa berarti “buta huruf”, tapi ketika menyangkut Nabi Muhammad, “ummi” di situ lebih berarti orang yang bukan dari golongan Yahudi dan Nasrani. Pada masa itu, kaum Yahudi dan Nasrani sering kali menyebut umat di luar dirinya sebagai orang-orang “ummi” atau “non-Yahudi dan non-Nasrani”. Termasuk Rasulullah dan orang Arab lainnya. Selain itu, kata “ummi” di situ juga bisa merujuk pada kata “umm” atau ibu kandung. Jadi, maknanya adalah “orang-orang yang seperti masih dikandung oleh rahim ibunya, sehingga belum tahu apa-apa”. Dalam buku ini, Syekh Al-Maqdisi menunjukkan bukti-bukti otentik (hadis) yang menunjukkan fakta sebaliknya bahwa Rasulullah adalah sosok yang justru pintar membaca dan menulis. Antara lain, sebuah hadis yang diungkapkan Zaid bin Tsabit bahwa Nabi pernah bersabda: ”Jika kalian menulis kalimat Bismillahirrahmanirrahim, maka perjelaslah huruf sin di situ.” Pikirkan, kalau untuk soal huruf saja ia memperhatikan, ibarat seorang editor naskah, mungkinkah Nabi seorang yang buta huruf?

Buku Maqdisi ini, sekali lagi, mematahkan semua kekeliruan sejarah ini. Selama membaca!

Penerbit Nun Publisher (KaylaPustaka)
Pengarang Syekh Al-Maqdisi
Harga Rp. 17.000,00
Tanggal Publish 10 Jan 2009
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
Tampilan pesan sebelumnya:   
Kirim topik baru   Kirim balasan    Indeks Forum Forum Cinta Rasul -> B. KUMPULAN KISAH PARA NABI Zona waktu menurut GMT +7 Jam
Halaman 1 dari 1

 
Navigasi:  
Anda tidak dapat mengirim topik
Anda tidak dapat menjawab topik
Anda tidak dapat mengubah pesan Anda
Anda tidak dapat menghapus pesan Anda
Anda tidak dapat mengikuti polling



Copyright © 2007 by Cinta Rasul
Powered by phpBB © 2001-2007 phpBB Group
 
website monitoring  Locations of visitors to this page